Showing posts with label Home. Show all posts
Showing posts with label Home. Show all posts

7/14/16

5 Alasan Membawa Bekal Makanan dari Rumah

Ada banyak pilihan dalam menjalani hari-hari. Bagi anggota keluarga yang sehari-hari sibuk di luar rumah, tentunya akan menentukan pilihan-pilihan yang sesuai dengan kebutuhannya sehari-hari, selain juga mempertimbangkan keyamanan. Mau pergi dengan berjalan kaki, naik kendaraan umum, atau mengendarai kendaraan pribadi? Mau mengenakan sandal, high heel, wedges, flat shoes,  atau apalah sebagai alas kaki? Mau membawa bekal makanan dari rumah atau selalu membeli makanan di luar? 

Jika jarak antara tempat yang kita tuju adalah dekat, akan lebih menyenangkan bila kita memilih sampai dengan berjalan kaki atau mengendarai sepeda. Ini tidak akan terasa berat, bahkan menghemat bahanbakar,  hemat uang, menekan pencemaran udara karena gas buang kendaraan bermotor, membuka banyak peluang berkomunikasi dan bersosialisasi dengan lingkungan sekitar, dan yang paling penting adalah menyehatkan. Tidak ada yang salah dengan kendaraan bermotor, namun anda mungkin tidak akan banyak merasakan pengalaman di atas. Begitu pula dengan pilihan antara selalu makan di luar atau membawa bekal makanan dari rumah. Ada 5 alasan yang patut anda pertimbangkan, 5 alasan membawa bekal makanan dari rumah.

5 Alasan Membawa Bekal Makanan dari Rumah

1. Hemat
Apapun itu pasti akan lebih hemat dari pada anda jajan di luar. Sudah pasti setiap pedagang ingin mengambil keuntungan dari penjualannya. Setidaknya setiap kali makan kita akan hemat beberapa ribu rupiah dibandingkan saat membeli.

2. Higienis
Saat anda menyiapkan makanan anda sendiri, maka anda akan lebih berhati-hati dalam menjaga kebersihannya. Secara psikologi, seseorang akan lebih fokus dalam mengupayakan hal-hal yang ada di sekitar dirinya sendiri.

3. Sesuai Diet
Kondisi tubuh masing-masing orang tentu berbeda. Masing-masing tubuh membutuhkan komposisi makanan yang berbeda. Contohnya, bagi penderita ambeien harus banyak makan serat tetapi juga harus menghindari makanan pedas. Bagi yang ingin menambah masa otot, maka harus makan banyak protein dan mengurangi karbohidrat. Bagi yang alergi bahan makanan tertentu, maka harus menghindari bahan makanan tersebut dalam menu sehari-harinya. Dengan membawa bekal makanan dari rumah maka anda dapat memilih komposisi makanan yang akan anda konsumsi supaya tubuh anda tetap sehat.

4. Sesuai Selera
Selain bisa menyesuaikan dengan diet anda, membawa bekal makanan dari rumah juga mampu membawa kebahagiaan, karena anda dapat makan sesuai selera anda. Anda dapat mengkomposisikan menu dan bumbu sesuai selera anda dalam sebuah kotak makanan. Misalnya, anda adalah orang yang kurang suka manis yang tinggal di Yogyakarta (di mana rata-rata makanan yang di jual di sana lebih dominan manis) maka anda akan sangat tertolong saat membawa bekal makanan sendiri ketika berada di luar rumah. Anda akan tetap bisa makan sesuai selera anda.
5. Makan Teratur
Apakah anda pernah mendengar, bahwa salah satu penyebab berat badan tidak terkontrol dikarenakan makan tidak teratur? Itu bukan hoax, that is make sense. Selain menyebabkan berat badan tidak terkontrol, makan tidak teratur akan menyebabkan banyak masalah kesehatan lainnya, dan yang paling umum adalah masalah pencernaan seperti maag. Dengan membawa bekal makanan dari rumah, anda tahu kapan anda harus makan dan tidak. Anda tidak akan mengulur waktu untuk makan hanya karena warung makan atau restoran cukup jauh jaraknya. Anda tidak akan melewatkan makan siang karena berbagai alasan. Makanan sudah ada di meja anda ketika waktunya makan telah tiba. Anda akan terbebas dari masalah kesehatan yang tampaknya sepele tapi berbahaya.

Saya pikir saya akan meyakini 5 alasan ini demi kualitas hidup yang lebih baik. Saya rasa anda juga setuju dengan ini. Karena anda adalah main control yang mampu menentukan kualitas hidup anda sendiri. Hidup hemat, hidup sehat, hidup bahagia...


5/4/16

6 Tips Menekan Pertumbuhan Pakaian di Bumi

Ngomongin soal pakaian bekas. Pernah gak sih Moms merasa sumpek sundiri pas buka-buka lemari pakaian karena sangat berjejal...? Pernah gak sih Moms merasa repot sekali kala harus pindahal dan terlalu banyak pakaian yang gak penting yang juga harus diangkut...?

Nah, saya sering ngalamin tuh... Mungkin karena ketamakan manusia juga kali yaa, jiwa konsumtif nan membahana. Style fashion yang kian hari selalu diperbarui, mendukung industri pakaian yang kian ramai. Bayangkan saja, saat ini kawan-kawan sudah pasti bisa mendapatkan pakaian dengan style fashion tertentu yang dikehendaki dengan harga yang relatif murah dan terjangkau.  Doronga-dorongan semacam ini tak pelak membentuk kita menjadi jiwa konsumtif. Padahal kalau mau mempehatikan, style fashion dunia itu sebenarnya cuma itu-itu saja. Dari masa ke masa, cuma diulang-ulang saja. Kenapa dress selutut Grandma tahun 80an yang masih bagus tidak dirawat kemudian dipakai lagi saja di era 2000an kalu memang musim lagi? Kenapa malah membeli yang baru? Jawabnya, ya, karena membeli yang baru lebih gampang (ya, karna terjangkau) dan merawat pakaian puluhan tahun itu lebih ribet. Padahal lagi nih yaa... kala kita konsumtif di dalam fashion, industripun semakin kencang mencambuk mesin-mesin produksinya. Bayangkan, akan makin numpuk nih pakaian di dunia (kebayanglah kala pakaian numpuk akan berakibat seperti halnya sampah yang memenuhi bumi ini).
Salah satu pakaian bekas milik saya, yang terjual beberapa waktu yang lalu. Yang sebelumnya saya beli dari toko pakaian bekas
Nah nah nah... Sebenernya ada satu pola hemat yang menurut saya cocok sekali untuk menekan pertambahan pakaian di bumi ini, yaitu dengan memakai pakaian bekas milik orang lain. Kala hasrat memakai pakaian tertentu yang belum kita miliki tak terbendung lagi, bukankah kita bisa meminjam atau membeli milik orang lain yang tak dipakai lagi? Saya rasa jika semua orang berpikiran sama maka, jumlah pakaian di bumi ini tidak akan bertambah lagi. Jika semua orang melakukan ini, maka mesin-mesin industri pakaian pun akan mengendorkan conveyornya  dalam produksi. (*Saya tidak bertanggung jawab kepada nasib industri pakaian tersebut. Diawal mungkin itu akan memberatkan pelaku industri, tapi jika itu akhirnya telah berlangsung lama maka itu akan jadi hal biasa.) Dengan ini saya mendeklarasikan dukungan saya pada perdagangan pakaian bekas. Ahay.... bahkan Penulis Dewi Lestari atau yang dikenal dengan Dee saja resah dengan banyaknya pakaian di bumi ini, kemudian dia memutuskan memiliki pakaian dengan jumlah terbatas, yaitu semuat lemarinya saja.

Menanggapi masalah pakaian di bumi ini, ada beberapa tips menekan pertumbuhan pakain di bumi ini nih:

1. Coba bongkar lemari pakaian Mama dan Papa
Siapa tahu di sana ada pakaian dengan style yang sedang kita inginkan. Ingat Moms, bahwa style fashion di dunia ini sebenernya cuma diulang-ulang dari masa ke masa. Dan, ukuran pakaian Moms and Dads waktu masih muda biasanya bisa muat di badan.

2. Modifikasi Baju Lama
Baju lama kita bisa aja kelihatan lebih baru dan ngehits kalu kita modifikasi. Simpelnya aja, celana lama kita bisa kita rubah jadi lebih hits kalau kita kecilin di bagian pergelangan kaki menjadi celana pensil kemudia ditambahkan sayatan dan fringe di bagian lutut. Tmbahan stude, manik-manik, pita, dan emblem bisa juga kita lakukan untuk membuat pakaian lama kita tampil baru.

3. Saling Meminjam Pakaian
Biasanya kita suka membutuhkan pakaian tertentu yang sudah ditentukan di suatu acara. Karena makenya cuma sebentar, buat apa kita harus beli...? Pinjam aja! Misalnya nih, butuh kemeja putih dan dasi buat ujian 1 hari, kita bisa pinjam donk sama teman atau saudara. 

4. Sewa Menyewa Pakaian
Pakaian yang tidak dipakai harian biasanya tidak dimiliki semua orang. Tapi kala kita harus pakai di suatu acara, gimana donk...? Sewa aja Moms, misalnya aja kita butuh kebaya untuk karnaval, sewa aja di sanggar rias terdekat. Aatau sebaliknya, kalau kita punya pakaian yang tidak biasa, misal baju nikah, baju badut. atau apalah, kita titipin aja di tempat penyewaan. Bisa mendatangkan duit juga loh... Nah, ini bisa jadi bisnis baru buat kita Moms.

5. Menyumbangkan Pakaian
Iklan pakaian bekas untuk di sumbangkan, 
di media sosial LINE.
Ada beberapa alasan yang bisa dibenarkan dalam menyumbangkan pakaian. Satu, orang lain benar-benar membutuhkannya. Hal ini bukan saja untuk orang miskin yang tak mampu memiliki tetapi juga untuk orang lain yang membutuhkannya untuk keperluan tertentu. Seperti halnya, untuk praktik lapangan seorang remaja membutuhkan kemeja putih lengan panjang, dan ia ingin memakainya tanpa harus membeli, maka baju putih lengan panjang milik kita bisa kita sumbangkan kepadanya. Dua, pakaian tersebut masih dalam keadaan baik. Tiga, pakaian tersebut tidak dapat lagi kita pakai dengan alasan kekecilan, selain itu bagi hijaber yang gak mungkin lagi memakai pakaian pendeknya. Empat, suka sama suka. si penyumbang dan si penerima sumbangan menginginkan hal tersebut.

Lalu bagaiman caranya...? Berdasarkan pengalaman, selain dari mulut ke mulut, saya pernah berusaha mengiklankan pakaian lama saya untuk disumbangkan dimedia sosial dan ternyata ada respon di offline-nya.


6. Jual Beli Pakaian Bekas
Seperti yang sudah saya suratkan di atas bahwa sa
Salah satu pakaian bekas saya yang terjual
ya sangat mendukung perdagangan pakaian bekas. Banyak yang bisa kita lakukan pada pakaian bekas kan... Akan senang rasanya memiliki pakaian tepat seperti yang kita inginkan, apalagi dengan harga murah. Semurah-murahnya pakaian baru, logikanya akan lebih murah pakaian bekas (selama tidak memenuhi nilai antik). Pun harus membeli pakain bekas, pastikan dulu, bahwa anda membelinya karena benar-benar membutuhkannya, bukan sekedar menginginkannya. bagaimana pula bila kita menjadi pedagang pakaian bekas...? Artinya kita menjajakan pakain bekas milik sendiri donk... Ini dia tips menjual pakaian bekas. Satu, pilih pakaian yang tidak mungkin lagi kita pakai. Dua, pastikan pakaian tersebut dalam keadaan dan baik dan memenuhi selera pasar saat itu. Tiga, promosikan dalam sebuah pamflet, media sosial, atau dari mulut ke mulut. Selainitu kita juga dapat bergabung atau menggelar sendiri garasell di lingkungan terdekat.

Saya sendiri sudah sering menjual pakain bekas, tepatnya karena beberapa teman menginginkan baju yang sama seperti yang saya pakai. Hasilnya saya senang dan dia juga senang.

Bila 6 tips di atas dapat kita laksanakan bersama-sama dengan baik, maka pakaian di bumi tidak akan tumbuh bertambah terlalu pesat, dan pakain yang terlanjur ada di bumi akan terus berputar hingga akhirnya rusak lebur menjadi debu, dan baru digantikan oleh pakaian yang baru. 

Sekecil apapun langkah kita, dengan niat yang mulia ini semoga alam semesta ini tersenyum.


Prinsipnya dengan segala cara yang kita bisa, yuk Moms jaga baik-baik bumi kita yukk...!

8/3/15

Sampah di Rumah Kita

 Berpikir tentang apa yang bisa kita lakukan untuk hidup kita, apa yang bisa kita lakukan untuk anak kita, apa yang bisa kita lakukan untuk orang lain, hewan, tumbuhan. Cukup! Itu semua bagian dari lingkungan. Jadi apa yang bisa kita lakukan untuk lingkungan kita? Setidaknya, yang ada di sekitar kita.

Tak akan terasa berapa banyak yang kita lakukan untuk memenuhi konsumsi kita sehari-hari. Berapa banyak tenaga & waktu kita untuk bekerja, mendapatkan uang kemudian kita curahkan untuk konsumsi kita.

Dan di abad ini segala sesuatu telah diproduksi oleh pabrik dalam skala besar untuk memenuhi kebutuhan kita yang tiada habisnya. Agar barang tidak mudah busuk atau rusak maka pabrik menambahkan pengawet. Agar barang tampak menarik, pabrik menambahkan pewarna, pewangi, dan polesan. Dan, agar barang tidak mudah hancur saat didistribusikan, pabrik membuat kemasan terbaik untuk produk mereka.

Sebagai konsumen tentu kita senang ketika dimudahkan. Setiap saat kita membutuhkan sesuatu, kita tinggal membelinya dari toko-toko terdekat. Tentu saja setiap barang dibungkus dalam kemasan. Lalu akan ada berapa banyak kemasan dalam satu rumah, dua rumah, tiga rumah. Banyak sekali. Apa rumah kita memiliki space yang cukup untuk menampung kemasan-kemasan itu? Apa TPA yang ada tetap akan muat? Apa lahan di bumi ini bisa melebar demi menampungnya? Di sisi lain, pabrik juga terus beroperasi, memproduksi barang sekligus dengan kemasannya, semakin lama semakin banyak.

Oke, sekarang lebih spesifik pada permasalahan sampah saja. Sebenarnya, ini bukan isu yang baru. Bahkan pendidikan tentang sampah sudah disisipkan kesegala lapisan. Sekolah-sekolah, pemerintahan, sudah banyak melakukan edukasi, tapi rasanya semuanya hanya sesaat. Padahal umur bumi masih panjang. Bukankah semestinya kecintaan kita pada lingkungan juga harus terus-menerus. Bahkan, semestinya kecintaan ini juga kita turunkan pada anak cucu kita. Mungkin berbuat untuk sesuatu di luar diri kita itu tidak lebih ikhlas dibandingkan untuk diri sendiri. Jadi, mari kita bahas berapa pentingnya mengelola sampah bagi diri kita sendiri, baru kemudian untuk yang lain.

Sebenarnya, mengapa kita mesti mengelola sampah kita?
Mari kita berbicara tentang kuantitas. Jumlah sisa kumsumsi kita (a.k.a kemasan, a.k.a sampah) akan terus bertambah setiap harinya, sedangkan rumah kita tidak bertambah luas, sedangkan tempat sampah yang ada di rumah sebentar-sebentar pasti penuh. Apakah kita akan tidur, makan, bersantai bersama gunungan sampah di rumah kita? Sedangkan gunungan sampah di rumah adalah habitat yang mendukung pertumbuhan bibit penyakit.

Jadi, apa yang bisa kita perbuat?
Kelola sampah! Kita sering mendengar tentang 3R (Reuse, Reduce, Recycle). Tentu saja itu bukan sekedar slogan. Pertama, yang perlu kita lakukan ialah, memilahnya sesuai jenis dan kegunaan. Ketika, Moms menyimpannya secara terpilah dan menatanya, maka koleksi barang bekas (a.k.a sampah) Moms akan tampak lebih rapi, meminimalisirnya dari sarang penyakit, dan Moms akan mudah mendapatkannya ketika akan menggunakannya kembali. Mari kita terapkan di rumah kita, Moms.

Apa yang harus kita lakukan pada sisa makanan di rumah kita?
Jika Moms memiliki hewan piaraan di rumah, seperti ayam, atau ikan (khususnya lele), maka Moms bisa menjadikannya campuran makanan bagi mereka selagi kondisi sisa makanan dirasa cukup aman untuk konsumsi mereka. Jika tidak, Moms bisa menggunakan komposter sederhana untuk mengurainya kemudian hasil kompos dapat Moms gunakan untuk menyuburkan tamanan di sekitar rumah. Ini yang namanya mereduce. Dengan begitu, tidak akan ada gunungan sisa makanan yang membususk, berbau, dan menjadi sumber penyakit di rumah kita. 

Apa yang harus kita lakukan pada bungkus atau kemasan?
Oke, setiap barang mungkin akan dapat kita gunakan kembali. Misalnya kaleng bekas untuk pot atau gayung, kardus bekas untuk pembungkus paket atau sebagai storage. Begitu juga dengan kresek, tetrapack, botol, dll. Ini yang namanya reuse. Hanya butuh sedikit kreatifitas, Moms. Dan dengan metode reuse  ini, Moms tidak perlu mengeluarkan banyak uang untuk membeli barang-barang baru yang akan membuat rumah terasa lebih penuh dan sesak. Hidup hemat dengan reuse, Moms!

Ini sampah rumah kami yang sudah dipilah.
Sebagian sudah dijual ke pengepul.
Tapi jika, beberapa benda tidak dapat kita manfaatkan lagi secara pribadi, atau Moms tidak punya banyak waktu untuk melakukannya, atau sekedar malas untuk melakukannya, maka solusi berikutnya setelah memilah dan menata adalah menghubungi orang-orang yang tepat. Ada beberapa peternak dan pengelola kompos yang siap menampung sisa makananmu, Moms. Silahkan menghubungi mereka untuk mengambil dan mereducenya. Di luar sana, ada beberapa pengrajin dan pengepul sampah yang bisa Moms hubungi untuk menampung kemasan dan barang bekas di rumah. Secara langsung, pengrajin dengan senang hati mereuse sampah Moms menjadi hasil kerajinan bernilai jual tinggi. Dan pengepul sampah akan menyalurkan sampah-sampah Moms pada pihak yang tepat, pabrik recycle plastik, kertas, atau bahkan menjualnya ke pihak yang mampu mereuse barang-barang seperti botol dan teman-temannya. Moms bisa memberikannya secara cuma-cuma atau menerima imbalan dari semua itu. Tentu saja, selain masalah sampah di rumah terselesaikan, Moms juga mendapatkan manfaat secara ekonomi dari 3R ini.

Selain 3R, satu hal yang juga harus terus kita pertahankan khususnya bila berada di tempat umum adalah membuang sampah pada tempatnya. Mari kita biasakan mebuang sampah pada tempat sampah dengan label yang benar. Membuang sampah pada tempat sampah dengan label yang benar dapat mempermudah pekerjaan orang lain dalam mengelola sampah kita.

Percayalah, Moms... Dengan selalu membuang sampah pada tempatnya dan mengelola sampah di rumah sendiri, Moms telah melakukan edukasi yang benar. Kebiasaan ini akan menginspirasi anak-anak dan orang di sekitar kita. Jika ini dilakukan terus-menerus oleh kita, oleh anak-anak kita, dan orang-orang disekitar kita, kemudia orang-orang di sekitar mereka, maka kita tidak akan terlalu merisaukan nasib anak cucu kita kelak, karena bumi tempat mereka tinggal kelak tidak akan lebih sempit seperti jika kita tidak pernah berbuat apa-apa pada sampah.

Ini bukan hal besar, tapi akan luar biasa hasilnya jika kita mau melakukannya.