Showing posts with label Soul. Show all posts
Showing posts with label Soul. Show all posts
10/8/21
5 Pelajaran Tentang Uang di Film Squid Game
Serial Squid Game tayang di Netflix bulan September 2021. Serial ini sangat booming, jadi siapa sih yang belum tau Squid Game? Satu hal yang membuat banyak orang menonton Squid Game, karena serial ini mengangkat permasalahan sosial yang dihadapi banyak orang. Kesenjangan sosial, kemiskinan, masalah hutang, dan kekacauan masyarakat kelas bawah. Ada 5 pelajaran tentang uang di Film ini yang baik untuk kita tahu.
11/1/17
Meneladani 4 Hal dari Seorang Oportunis dalam Meraih Kesuksesan
Sebagai orang berzodiak libra, saya adalah seorang yang banyak menimbang. Karena saya percaya, selalu ada dua atau lebih penjelasan yang berbeda dalam setiap sudut pandang masalah. Ibaratkan saja koin, yang selalu memiliki dua sisi yang berbeda. Bahkan, hal paling buruk sekalipun memiliki bagian terbaiknya. Nah, kali ini kita kan berbicara tentang sifat dari seorang oportunis yang lebih sering dipandang negatif oleh masyarakat umum. Apakah menjadi seorang oportunis adalah yang terburuk dan paling nista....??? Sebagai seorang libra saya menjawab, itu tidak sepenuhnya benar. Belum lagi kamu baik, belum juga kamu sukses, tapi sudah berani menjudge oportunis itu nista...???
Oportunis, menurut KBBI adalah orang yang menganut paham opportunisme.
Sedangkan oportunisme sendiri...?
Oportunisme, menurut KBBI adalah paham yang semata-mata hendak mengambil keuntungan untuk diri sendiri dari kesempatan yang ada tanpa berpegangan pada sifat tertentu.
Apakah ada yang salah dari sikap seorang oportunis? Jawabannya, tergantung pada situasi dan konteksnya. Apabila kita men-generalisasi oportunis dengan penipu, itu adalah anggapan yang salah. Karena tidak semua oportunis adalah penipu, tapi penipu pasti seorang oportunis. Selama tidak merugikan orang lain, banyak hal positif yang baik untuk kita teladani dari sikap seorang oportunis.
Meneladani 4 Hal dari Seorang Oportunis dalam Meraih Kesuksesan
diantaranya adalah:
1. Pandai Melihat Peluang
Orang yang sukses adalah orang yang pandai melihat peluang dan mengeksekusi rencananya pada timing yang pas. Dan seorang oportunislah yang memiliki kemampuan itu. Belajarlah untuk melihat segala peluang yang ada disekitar kita, bukalah mata kita lebih lebar dari pada orang lain dan ketahuilah situasi yang paling tepat untuk mendapatkannya. Mau jadi pengusaha, anggota dewan, melamar kerja, insyaallah berhasil bila kita memegang hal ini.
2. Memiliki Motivasi Tinggi
Seorang oportunis memiliki motivasi tinggi dalam meraih apa yang dia inginkan. Motivasi yang tinggi membuat kita akan berusaha lebih keras, dengan segala cara yang mungkin dilakukan, hingga tujuan kita tercapai. Bahkan dalam Al Quran dijelaskan:
“Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan suatu kaum sehingga mereka
merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.” [Ar-Ra’d/13:11].
Sumber: https://almanhaj.or.id/3889-pelajaran-dari-umat-terdahulu-1.html
Sumber: https://almanhaj.or.id/3889-pelajaran-dari-umat-terdahulu-1.html
“Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan suatu kaum sehingga mereka
merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.” [Ar-Ra’d/13:11].
Sumber: https://almanhaj.or.id/3889-pelajaran-dari-umat-terdahulu-1.html
Sumber: https://almanhaj.or.id/3889-pelajaran-dari-umat-terdahulu-1.html
“Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan suatu kaum sehingga mereka
merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.” [Ar-Ra’d/13:11].
Sumber: https://almanhaj.or.id/3889-pelajaran-dari-umat-terdahulu-1.html
Sumber: https://almanhaj.or.id/3889-pelajaran-dari-umat-terdahulu-1.html
Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan suatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. (Ar Ra'd 11)
Seorang oportunis melakukannya.
3. Fleksibel dan Mudah Beradaptasi
Seorang oportunis sangat peka terhadap perubahan dan sangat mudah beradaptasi. Dia tidak akan dibuntukan oleh satu kegagalan, karena dia mampu melihat setiap peluang baru yang ada disekitarnya. Ya, seorang oportunis adalah orang yang mudah move on. Tidak perlu berlama-lama merasa terpuruk karena kegagalan, karena selalu ada motivasi dari setiap peluang-peluang baru yang ada di depan matanya.
4. Realistis
Oportunis adalah orang yang realistis. Dia tidak akan bertahan pada situasi yang tidak menguntungkan. Dia akan berusaha mendapatkan kesempatan terbaik. Dia tahu kapan harus bertahan dan kapan harus pergi menjelang kebahagiaan.
So guys, jangan pernah underestimate pada segala sesuatu yang kita dengar dan lihat. Segala sesuatu memiliki plus-minusnya masing-masing. Yang terbaik adalah mengambil pelajaran dari segala sesuatu untuk membangun pribadi kita menjadi lebih positif. Belajarlah dari oportunis dan jadilah sukses!
9/19/17
Ngobrolin tentang Syukur
Dari mana kita akan mulai membicarakannya? Ini tentang rasa syukur, mengacu pada kepemilikan, yaitu pada apa yang kita miliki, dan atau atau yang orang lain miliki. Setiap saat kata "syukur" dengan mudah diucapkan dan sering sekali kita dengar. Tapi apakah esensi dari "syukur" itu sendiri sudah tertanam dan kemudian mengakar pada nurani kita atau belum....?
Apakah kita pernah kecewa ketika mendengar atau mendapatkan sesuatu yang tidak sesuai dengan harapan....?
Apakah setelah kecewa, kemudian kita manjadi marah....?
Apakah kemudian kemarahan itu kita lampiaskan dalam bentuk kata-kata yang pedas?
Nah, cukup sampai di situ dulu. Pertanyaan-pertanyaan di atas menggambarkan tingkat ketidaksyukuran mulai dari tingkat sederhana dan bergerak progresif menuju tindakan destruktif. Dari kecewa menjadi marah, dari marah menjadi marah-marah, kemudian efeknya adalah menyakiti perasaan orang lain dan endingnya mengurangi rejeki kita sendiri.
Efek samping dari sikap tidak bersyukur itu sungguh berat. Kita akan membebani hidup kita dengan segala sesuatu yang tidak kita perlukan. Tidak bersyukur membuat orang lupa dengan padi yang tumbuh di kebunnya karena dia hanya fokus melihat pohon bunga terompet di halaman tetangga yang begitu indahnya. Padahal kebunnya sangat subur untuk tanaman padi tetapi memerlukan lebih banyak pupuk untuk menumbuhkan satu pohon bunga terompet. Orang yang tidak bersyukur akan mati-matian menambahkan pupuk di kebunnya demi menumbuhkan satu pohon bunga terompet seperti milik tetangga, dan dia lupa bahwa batang padinya akan layu ketika mendapatkan terlalu banyak pupuk. Bisa kita bilang bahwa tidak bersyukur itu tidak masuk akal. Jadi untuk apa kita harus menumbuhkan pohon bunga terompet di kebun kita yang tidak cocok dengannya. Terlalu banyak effort yang harus kita keluarkan. Sedangkan hasilnya juga tidak begitu kita perlukan. Karena pohon bunga terompet itu indah? Nah... Lalu bagaimana dengan padi yang tumbuh subur di kebun kita? Apakah padi yang begitu pentingnya sampai harus layu demi keindahan pohon bunga terompet? Gak worth it lah!
Bersyukur adalah memfokuskan diri pada apa yang kita miliki dan kita terima. Artinya, orang yang bersyukur mampu menikmati dan memanfaatkan sebaik-baiknya apa yang ia terima dan miliki. Orang yang bersyukur mempu melihat fungsi dan manfaat dari segala sesuatu yang ia terima dan miliki. (Bisa dibolak-balik ya...) Dan dampaknya, orang bersyukur tidak perlu menyakiti hati orang lain, karena dia tidak akan mengeluarkan kalimat pedas untuk segala sesuatu yang ia terima, kemua dia tidak perlu menakuti orang lain, dan jalan rejekinya tidak ada yang dibuntukan oleh sikapnya. Amin
Sepele Moms, tapi sadar gak sadar suka susah dilakukan. Siapa yang suka komen gak enak pas nyicipin masakan...? Atau, siapa yang pernah kena komen gak enak atas masakannya...? Yang perlu kamu tahu bahwa, hati si pemasak akan terluka, dan akan dimungkinkan dia tidak mau lagi menyuguhkan masakannya padamu di lain waktu (meskipun masakannya udah jadi enak buanget). Kapok....
Yahh... Ini sih sekedar motivasi untuk diri sendiri agar tetap bersyukur, selalu merasa kenyang, bisa tidur nyenyak, selalu merasa cukup, dan tersenyum sepanjang hari.
4/7/16
Menjadi Ibu & Mengasuh Anak
Bagi sebagian orang menjadi ibu adalah mudah, tapi sebagian orang mengatakan bahwa itu tidak mudah. Bukan saja karena menjadi ibu membuatnya enggan, bukan. Banyak hal berbeda terjadi pada wanita yang berbeda. Contohnya saja saya.
Saya dibesarkan oleh keluarga yang lengkap yang tidak kekurangan dan tidak juga mewah. Ayah saya bekerja dan ibu saya full mengurus rumah tangga. Saya tidak pernah bilang ibu saya adalah wanita yang enak-enakan atau tinggal ongkang-ongkang di rumah. Kendati tidak bekerja mencari uang di luar rumah, ternyata pekerjaann ibu saya sangat banyak dan menyita waktu. Dan siapa saya...? Saya adalah seorang anak yang dari kecil aktif di luar rumah. Orang tua saya mendukung penuh apa yang saya lakukan di luar rumah sejak kecil. Ibu saya bahkan selalu membantu dan memudahkan semua yang saya lakukan. Meski demikian, saya bukan orang yang meutup mata pada pekerjaan domestik rumah tangga. Meski saya tidak ahli dan saya tidak bisa rutin menanganinya, tapi saya senang melakukannya. Sampai saat ini pun saya senan melakukannya.
Yap, saya adalah pribadi yang dengan penuh kesadaran dan semangat mengerjakan pekerjaan domestik rumah tangga, tapi minus dalam mengasuh anak kecil. Entah kenapa, dari kecil saya memang tidak terbiasa mengasuh anak yang lebih kecil, bahkan sekedar mengajaknya bermain. Hingga saya terus mencoba dan mencoba. Di bangku kuliah, saya merasa butuh untuk mendekatkan diri pada anak-anak, karena saya menyadari bahwa mereka terlalu asing bagi diri saya. Saya mencoba terlibat sebagai relawan dalam beberapa kegiatan yang diadakan oleh lembaga non provid yang dekat dengan anak-anak. Di sana saya merasakan sedikit kemajuan. Hingga akhirnya saya menikah dan hamil. Selama kehamilan, saya terus belajar dan berusaha. Saya juga menanamkan keyakinan dalam diri saya bahwa "naluri ibu" akan saya dapatkan secara alami seiring kelahiran anak saya kelak. Tapi banyak hal baru yang tidak saya sangka sebelumnya setelah kelahirna anak saya, dan saya merasa jauh dari kata mampu. Ternyata anak-anak memang luar biasa. Menarik. Misterius. Tidak mudah ditebak. Dan... Sangat Menantang! Berapapun tantangan yang telah berhasil kita takhlukan, tidak akan semenantang Menjadi Ibu dan Mengasuh Anak.
Subscribe to:
Posts (Atom)





